Adik Aniaya Kakak Kandung di Kajoran Saat Lebaran

(beritamagelang.com) ILUSTRASI : Polisi mengamankan pelaku penganiayaan kakak kandungnya sendiri (foto : internet)

beritamagelang.com, KAJORAN—Polsek Kajoran mengamankan pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap kakak kandungnya sendiri pada 24 Mei lalu. Diduga pelaku berinisial SBI, 54 tahun, warga Salaman Magelang.

Kapolsek Kajoran, IPTU Edy Suryono membenarkan peristiwa tersebut. “Penganiayaan di sebuah tempat cuci motor di Desa Kajoran Kecamatan Kajoran Magelang, sekitar pukul 10.30 WIB,” ungkapnya, kemarin (25/5/2020).

Kejadian tersebut bermula saat korban berinisial BR, 66 tahun bersama anaknya berinisial HDJ, 20 tahun berkunjung ke rumah neneknya di Dusun Mranggen Kajoran untuk silaturahmi Lebaran. Saat itu korban sempat ke rumah saudara lainnya terlebih dahulu, dan diberi tahu kalau neneknya di rumah sebelah.

Baca juga : Bersiap Fase New Normal di Indonesia

”Korban pun keluar menuju rumah sebelahnya untuk bertemu dengan neneknya. Namun sebelum sampai ke rumah yang dituju, anak dari korban melihat pelaku berada di luar rumah, sudah membawa senjata tajam jenis clurit di tangan kanannya,” jelas Kapolsek.

Melihat itu, HDJ mengambil alat strum dan pipa besi dalam mobil sebab melihat pelaku hendak membacok ayahnya yakni BR. HDJ yang sempat menyetrum kaki kiri pelaku kemudian diamankan warga yang ada di lokasi.

”Sesuai keterangannya, HDJ melihat ayahnya jatuh ke lubang cucian motor karena dikejar oleh pelaku,” imbuhnya.

Lanjut Kapolsek, saat itu pelaku sempat membacok BR namun berhasil ditangkis dengan pipa besi yang sebelumnya diberikan oleh HDJ. Korban BR sempat dianiaya dengan dinjak injak di bagian muka hingga badan.

”HDJ yang sempat lepas, langsung berlari dan mencoba menghentikan perbuatan pelaku kepada ayahnya,” paparnya.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Kajoran. Setelah menerima laporan, petugas beserta Kapolsek langsung menuju TKP guna pengamanan dan olah TKP serta mengumpulkan barang bukti dan saksi.

Dari pengakuan pelaku, penganiayaan ditengarai karena bisnis antara korban dan pelaku pada tahun 2019 lalu. Yakni sepakat bekerjasama menanam buah semangka di Kalimantan dan keduanya mengeluarkan modal bersama.

”Menurut keterangan pelaku, dia telah mengeluarkan modal sebanyak 80 juta. Namun karena gagal panen sehingga pelaku menganggap kakaknya tersebut telah menipunya,” beber Kapolsek.

Saat ini pelaku diamankan di Polres Magelang guna proses hukum selanjutnya. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 Tentang Penganiayaan dan diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. (Mifta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: