Balada Industri Film Porno Jepang: ’Pemain Bisa Bertahan Lama’

(beritamagelang.com) Behind the Scene (BTS) produksi film Biru di Jepang (Foto: internet)

(beritamagelang.com) Behind the Scene (BTS) produksi film Biru di Jepang (Foto: internet)

beritamagelang.com,NASIONAL— Jepang merupakan negara Asia yang industri porno-nya berkembang sangat pesat. Di Negeri Sakura, produk film panas itu dinamakan Japan Adult Video (JAV).

Film biru buatan Negara Matahari Terbit ini ternyata memiliki fakta mengejutkan seputar industry JAV. Berikut deretan fakta tentang industri film panas di Jepang:

Pembohongan Publik ’Pemain Bisa Bertahan Lama’

Di banyak video porno keluaran industri film dewasa asal Jepang, digambarkan bahwa para pemainnya tidak mudah lelah dan bisa bertahan lama. Durasi akting di atas ranjang bisa mencapai satu jam dan terlihat tidak merasa capek.

Penonton menganggap ada obat atau terapis medis tertentu yang dilakukan agar membuat mereka begitu kuat dan tahan lama. Ternyata, itu semua adalah hasil rekayasa dari teknik yang dilakukan industri terkait.

Pembuatan film dewasa sebenarnya mirip dengan pembuatan film biasa kebanyakan. Dilakukan cut-scene, editing, hingga take-action. Sebab, para kru film merekamnya per frame kemudian menggabungkan hingga menjadi Film utuh berdurasi panjang.

Jepang Melegalkan Industri Film Dewasa

Legalnya industri film dewasa oleh pemerintah Jepang sendiri tidak saja menuai pro-kontra dari dalam negeri, akan tetapi juga dari negara-negara lain. Banyak reaksi yang diterima oleh Negeri Bunga Sakura itu.

Mulai dari dukungan, kritik, saran, hingga kecaman. Beberapa bahkan secara terang-terangan mengirim surat terbuka kepada PBB atas kebijakan Jepang tersebut. Meski begitu, Negeri Matahari Terbit tetap melaksanakan kebijakannya dalam melegalkan industri porno.

Tetap Harus Disensor

Walaupun Jepang telah melegalkan industri film dewasa, akan tetapi ada peraturan pemerintah yang diberlakukan dan harus dipatuhi bagi para pebisnis hiburan panas. Salah satu peraturan sensor dalam pembuatan film biru di Jepang adalah penyensoran di bagian alat vital pria.

Baca: Panduan Lengkap Menghitung Ukuran Bra yang Baik dan Benar

Apabila dilanggar, Jepang tidak main-main dalam menegakkan peraturan satu ini. Pemerintah mengancam para oknum yang melanggar dengan denda miliaran rupiah, penutupan perusahaan, bahkan sampai kurungan penjara selama puluhan tahun.

Adegan Bercinta yang Diarahkan

Film dewasa yang memiliki alur cerita lebih diminati ketimbang yang menyajikan bagian hubungan intim saja. Beberapa scene pun disusun oleh sang sutradara. Mulai dari pertemuan, obrolan antar pemain, hingga berakhir di ranjang.

Melihat publik lebih menyukai fil biru yang seperti ini, maka industri bidang porno mulai berlomba-lomba menyajikan tema dan akting terbaik. Adegan bercinta pun di-setting sedemikian rupa agar menarik minat banyak penonton. Aktor dan Aktris yang membintangi diharapkan bisa memerankan perannya sesuai naskah.

Kasus Pemerkosaan Rendah

Meski Jepang telah melegalkan industri Film dewasa, angka kekerasan seksual seperti kasus rudapaksa tergolong rendah. Informasi yang dihimpun, perbandingan kasus rudapaksa yang dialami orang Indonesia dan orang Jepang adalah 1:55.

Artinya, jika di Jepang ada satu orang yang mendapat tindak pelecehan seksual, maka di Indonesia akan ada 55 orang yang mengalami hal tersebut. Perkara ini tentu membuat siapa pun merasa ironis.

Banyak Pengidap HIV dan Aids dari Kalangan Homoseksual

Tingkat pengidap HIV dan AIDS meningkat drastis di Jepang datang bukan dari kalangan heteroseksual. Melainkan kebanyakan dari homoseksual dan biseksual. (hanifah)

1 thought on “Balada Industri Film Porno Jepang: ’Pemain Bisa Bertahan Lama’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: