Begini Protokol New Normal Perkantoran Yang Diterbitkan Kemenkes

(beritamagelang) Ilustrasi warga saat keluar rumah menggunakan masker (Sumber : Internet)

beritamagelang.com, NASIONAL—Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Meskipun Pembatasan Sosial Berskala Besar menyatakan harus meliburkan tempat kerja, namun dunia kerja tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan. Menteri Kesehatan menuturkan bahwa roda perekonomian harus tetap berjalan.

“Dengan demikian, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 atau New Normal,” ungkapnya.

Keputusan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tersebut bernomor HK.01.07/MENKES/328/2020. Salah satu isi panduannya adalah mengatur pembagian shift bagi masyarakat yang masih harus bekerja di lapangan.

Berisi imbauan, shift tiga atau waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari, untuk ditiadakan. Hal tersebut dengan catatan jika memungkinkan.

“Bagi pekerja shift tiga, diatur, supaya yang bekerja diutamakan berusia kurang dari 50 tahun,” ungkapnya, seperti dikutip dari rilis Kementerian Kesehatan, Sabtu, (24/2020).

Dia meminta kepada perusahaan untuk menentukan pembagian bagi pekerjanya. Yakni pekerja yang diperlukan untuk bekerja dengan datang ke tempat kerja atau pekerja yang dapat melakukan kerjaannya dirumah.

“Bagi pekerja yang masih harus kekantor, sebelum masuk, harus terapkan Self Assessment Risiko Covid-19. Guna memastikan tidak terjangkit Covid-19,” imbuh dia dalam tulisannya.

Selanjutnya, untuk pengaturan waktu kerja, agar tidak terlalu panjang (lembur). Pasalnya, hal tersebut dapat mengakibatkan pekerja kekurangan waktu beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan imunitas tubuh.

Terawan juga mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari atau ke rumah, serta saat di tempat kerja. Selain itu, perusahaan juga diminta memenuhi asupan nutrisi makanan dan dapat diberikan vitamin untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh.

”Tempat kerja sebagai tempat berkumpulnya orang banyak dan menjadi faktor risiko yang perlu diantisipasi penularannya,” pungkasnya. (Mifta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: