Begini Riwayat Satu Keluarga Positif Covid-19 di Kabupaten Magelang

(beritamagelang.com) ILUSTRASI : penanganan pasien Covid-19 oleh tim medis (Foto : Internet)

beritamagelang.com, MAGELANG—Kasus Covid-19 di Kabupaten Magelang kian bertambah, kali ini ada tambahan sepuluh kasus positif virus corona setelah hasil swab keluar pada Sabtu (25/4/2020). Dari sepuluh orang tersebut, lima diantaranya merupakan satu keluarga yang berasal dari Kecamatan Secang Kabupaten Magelang.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang  Nanda Cahyadi Pribadi menuturkan seorang pria warga Secang yang bekerja sebagai sopir dinyatakan positif corona. Ternyata dia tidak sendirian, istri dan ketiga anaknya juga dinyatakan positif.

”Informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, kepala keluarga adalah sopir dan sering keluar kota,” ungkapnya, kemarin (26/4/2020).

Baca juga : Pendemi, Ini Tips Makanan Buka Puasa

Saat ini keluarga tersebut dirawat insentif di ruang isolasi RSUD Muntilan. Berdasarkan data dari dinkes kepala keluarga itu memiliki riwayat kontak yang tidak jelas.

 ”Pria tersebut tinggal serumah dengan istri dan ketiga anaknya. Dia mengeluh nyeri kepala dan batuk, kemudian sempat dirujuk di RSUD Tidar. Sementara istri dan anak kehilangan indra penciuman,” papar dia.

Setelah Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Magelang menerima laporan, kemudian melakukan rapid test kepada kelima anggota keluarga itu. Hasilnya menyatakan positif dan ditindak lanjuti dengan pemeriksaan swab.

”Hasil swab juga menyatakan kelima anggota keluarga itu positif Covid-19,” ujar Nanda.

Sementara itu, data kasus Covid-19 di Kabupaten Magelang perhari Minggu (26/4/2020) pukul 15.00 WIB jumlah kasus positif Covid-19 bertambah satu lagi warga Secang. Sehingga saat ini ada 18 orang terkonfirmasi positif yang satu hari sebelumnya berjumlah 17 orang.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 17 orang, sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 92 orang. Dan dari 18 kasus positif saat ini, lima diantaranya menjalani isolasi mandiri yang diawasi  ketat oleh petugas kesehatan . Kemudian yang lain dirawat di beberapa rumah sakit rujukan. (Mifta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: