Diprediksi Kemarau Agustus, BPBD Waspadai Kekeringan di Beberapa Desa Kabupaten Magelang

(beritamagelang.com) Ilustrasi kekeringan akibat musim kemarau (Foto : Internet)

Beritamagelang.com, MUNGKID – Puncak musim kemarau diprediksi jatuh pada bulan Agustus 2020. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mewaspadai ancaman kekeringan di beberapa desa di Kabupaten Magelang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Ia menjelaskan jika Agustus depan diperkirakan menjadi puncak musim kemarau.

 Pihaknya saat ini telah memetakan potensi wilayah terdampak dan ancaman bencana, diantaranya kekeringan dan kebakaran lahan maupun hutan.

”Sementara memasuki bulan Juli ini , curah hujan sudah mulai rendah sekali, sehingga masuk musim kemarau,” tutur Edy, belum lama ini.

Menanggapi fenomena tersebut, pihaknya mewaspadai berbagai ancaman bencana. Utamanya adalah bencana kekeringan dan kekurangan air bersih di beberapa kecamatan di Kabupaten Magelang.

Baca juga : Viral Video Pegawai Kedai Kopi Intip Pelanggan

”Lebih dari itu, kebakaran hutan dan lahan juga menjadi prioritas kesiapan. Kita kalau 600 tangki air masih tersedia. Dan konsep penanganan bencana, kita akan melibatkan pihak swasta,” tegasnya.

Disinggung potensi wilayah terdampak bencana puncak musim kemarau, utamanya kekeringan, Edy menyebut sedikitnya ada 17 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Namun demikian, jumlah tersebut dimungkinkan akan mengalami perubahan.

”Karena terterdapat sejumlah desa yang sebelumnya tidak terdampak kekeringan dan ternyata sekarang mengajukan dropping air bersih. Yang dulu minta sekarang tidak,” ungkapnya.

”Seperti di Kecamatan Borobudur, kekeringan terjadi di Desa Wringinputih, Kembanglimus dan Kenalan,” imbuhnya.

Kendati memprediksi pucak kemarau terjadi Agustus, tidak menutup kemungkinan terjadi anomali cuaca. Dari yang seharusnya lewat Agustus sudah bisa terjadi hujan, namun yang terjadi malah masa kemarau bertambah panjang.

”Anomali cuaca ini juga menjadi pertimbangan kita untuk mengantispasi dan mitigasi. Kita siapkan mitigasi, berdoa semua baik-baik saja,” harapnya.

Sebagai tambahan, musim kemarau tahun lalu menyebabkan kebakaran di sejumlah wilayah pegunungan di Kabupaten Magelang, seperti di Gunung Merbabu dan Sumbing. Termasuk kebakaran lahan pertanian karena human error atau ketidakhati-hatian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: