Hari Ini dalam Sejarah: 18 Juni, Amerika Serikat Bombardir Gerilyawan Vietnam Utara

(beritamagelang.com) Pasukan Amerika Serikat saat menggempur markas gerilyawan Vietnam Utara dari darat dan udara dalam Perang Vietnam. (Foto: internet)

(beritamagelang.com) Pasukan Amerika Serikat saat menggempur markas gerilyawan Vietnam Utara dari darat dan udara dalam Perang Vietnam. (Foto: internet)

beritamagelang.com,NASIONAL— Pesawat pengebom milik Amerika Serikat, B-52, melakukan serangan di markas-markas gerilyawan Vietnam Utara di dekat Kota Saigon, Vietnam Selatan. Bom yang dijatuhkan dari ketinggian 30 ribu kaki pada tahun 1965 ini menelan banyak korban jiwa dan mengakibatkan kerusakan parah.

Selain perisitwa perang antara tentara Amerika Serikat dan gerilyawan Vientam Utara, masih banyak peristiwa bersejarah lain yang terjadi di tanggal 18 Juni. Berikut beritamagelang.com ajikan rentetan peristiwa sejarah yang pernah terjadi di dunia:

1429

Pasukan Prancis yang dipimpin seorang wanita Jeanne d’Arc berhasil mengalahkan pasukan Inggris pimpinan John Fastolf dalam Pertempuran Patay di Patay Prancis. Dari salah satu pertempuran dalam Perang Seratus Tahun itu, pasukan Inggris menelan banyak kerugian dengan kehilangan banyak tentaranya. Sekitar 2.500 tentara Inggris tewas. Sedang Prancis hanya kehilangan 100 tentaranya.

1757

Pertempuran antara pasukan Austria dan pasukan Prusia meletus di Kolin, sebelah timur Kota Praha Ceko. Dalam pertempuran itu, pasukan Austria yang dipimpin Count Leopold Joseph von Daun berhasil mengalahkan pasukan Prusia pimpinan Frederick II.

1812

Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Inggris. Ada beberapa alasan yang membuat AS menyatakan perang terhadap Inggris.

Salah satunya adalah karena Inggris memberikan dukungan kepada Suku Indian untuk melawan ekspansi Amerika yang dilakukan bangsa Eropa. Perang AS-Inggris yang disebut sebagai Perang Tahun 1812 itu berakhir pada 1815 setelah kedua belah pihak menandatangani perjanjian damai.

1815

Pasukan Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte menelan kekalahan dari pasukan Koalisi pimpinan Adipati Wellington, Arthur Wellesley, dalam Pertempuran Waterloo. Kekalahan itu membuat Napoleon turun takhta untuk kali kedua. Beberapa hari kemudian, Napoleon diasingkan ke Pulau Saint Helena di Samudera Atlantik.

Baca: Ini Jejak Bung Karno di Magelang yang Belum Banyak Orang Tahu

1941

Pasukan Inggris membombardir pantai Prancis yang diduduki Jerman saat pagi buta. Selain itu, pasukan Inggris juga membombardir sebagian kawasan di bagian barat Jerman, termasuk Dusseldorf dan Cologne. Serangan besar-besaran terhadap Jerman itu bertujuan untuk mencegah invasi Jerman ke Inggris.

1942

Paul Mc Cartney lahir di Liverpool Inggris. Namanya kemudian dikenal luas sebagai musisi yang pernah menggawangi band legendaris asal Inggris The Beatles. Paul masih aktif di dunia musik hingga kini. Ia bahkan tercatat sebagai musisi dengan pendapatan tertinggi di Inggris.

1953

Revolusi Mesir yang dimulai sejak 23 Juli 1952 berakhir. Dari revolusi tersebut, kekuasaan Dinasti Muhamad Ali di Mesir berakhir. Selain itu, Raja Farouk juga diasingkan ke Monako.

1964

Karena krisis makanan yang tak kunjung usai di Uni Soviet, pemimpin Uni Soviet Nikita Kuruschev datang ke Denmark untuk belajar mengenai pertanian. Namun, ia justru menyatakan tak mendapatkan pelajaran banyak dari Denmark.

1979

Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter dan pemimpin Uni Soviet Leonid Brezhnev menandantangani Perjanjian Salt II untuk membatasi produksi senjata nuklir. Tetapi, karena tak kunjung rampungnya Perang Dingin dan Uni Soviet yang terus menginvasi Afganistan, pihak Merika membatalkan perjanjian itu pada 1980. (hanifah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: