Ini Upaya Pemkot Magelang Atasi Korban PHK

(beritamagelang) Ilustrasi para pegawai pabrik (Foto : Internet)

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Gunadi Wirawan menuturkan  ada 20 orang di PHK dan 146 orang dirumahkan oleh perusahaan akibat pendemi Covid-19. Karyawan dirumahkan maksudnya tidak bekerja namun tetap menerima gaji 50-70 persen selama masa tersebut.

”Kartu Prakerja itu dibiayai APBN dan kami hanya memfasilitasi, konsultasi dan sosialisasi kepada yang membutuhkan,” ungkapnya, hari ini (18/4/2020).

Mekanismenya dengan pencaker membuka www.prakerja.go.id kemudian mengikuti instruksi yang ada. Pendaftaran di mulai 11 April 2020 hingga minggu ke 4 November 2020 dengan kuota mencapai 164.000 secara nasional.

”Selanjutnya dapat memilih program pelatihan Kartu Prakerja yaitu Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker,” paparnya.

Selain ilmu, akan mendapat insentif sebanyak Rp 600 ribu perbulan selama 4 bulan latihan. Dan insentif pascapengisian survei  evaluasi sebesar Rp 50 ribu persurvei. Ada 3 kali survei.

Baca juga : Alhamdulillah Hasil Swab Tiga Jenazah Asal Magelang Negatif Corona

”Peserta juga dapat bantuan biaya pelatihan Rp 1 juta untuk membeli aneka pelatihan di platform digital. Jadi total yang didapat adalah Rp 3,550 ribu perorang,” imbuh Gunadi.

Secara keseluruhan pencaker yang terdata by name by address sekitar 3.500 orang. Kemudian alumni pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) yang belum bekerja mandiri sebanyak 400 orang dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Baca juga : Prediksi Puncak Wabah Covid Bulan Mei Mencapai 95 Ribu Kasus

”Sejak dibuka, puluhan orang datang guna menanyakan kejelasannya. Karena sedang dalam pendemi maka pihaknya juga menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19,” pungkasnya. (mifta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: