Jalan Terus, Pengembangan Super Prioritas Borobudur Tak Tersentuh Penghematan

(beritamagelang.com) Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri meninjau Candi Borobudur pada 30 Agustus 2019. (Foto: Internet)

(beritamagelang.com) Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri meninjau Candi Borobudur pada 30 Agustus 2019. (Foto: Internet)

beritamagelang.com,SEMARANG— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda sejumlah pembangunan di masa pandemi virus corona covid-19. Namun, tidak untuk pengembangan lima destinasi wisata super prioritas, salah satunya Candi

Diketahui dari anggaran Rp120 triliun di pos kementerian, sebanyak Rp44 triliun digunakan untuk prioritas penanganan covid-19. Akan tetapi, Kementerian PUPR memiliki prioritas empat program pembangunan dari recofusing anggaran selama masa pandemi ini.

Prioritas pertama dari refocusing tersebut, yakni program padat karya. ”Kalau yang prioritasnya kan untuk mengatasi pandemi makanya dipotong Rp44 triliun,” tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, saat di Semarang, kemarin (11/6).

”Yang di PU ini prioritasnya padat karya, kami punya Rp11,6 triliun untuk padat karya. Baik di irigasi, jalan, perumahan, air minum dan sanitasi. Saat ini, padat karya sudah mulai jalan, dengan progres 15 persen,” sambungnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Prioritas kedua yakni pengembangan lima destinasi wisata super prioritas: Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang. Pemerintah meyakini pariwisata jadi sektor yang paling cepat pulih setelah pandemi selesai.

”Lima destinasi super prioritas itu tidak tersentuh penghematan, jalan terus. Ini juga untuk antisipasi setelah pandemi selesai, yang paling cepat rebound di pariwisata,” terangya.

Prioritas ketiga yakni menghentikan proyek reguler yang menggunakan alat berat. Pekerjaan tersebut dialihkan ke program padat karya. Misalnya, pekerjaan reguler proyek irigasi Indramayu yang dialihkan ke padat karya selama tiga bulan.

”Anggaran di proyek ini sekitar Rp600 miliar dengan menambah 78 ribu tenaga kerja. Alat berat kami pinggirkan dulu. Lalu diganti dengan orang selama 2-3 bulan,” ujarnya. Prioritas keempat yakni pembangunan food estate untuk mengembangkan sawah di Kalimantan Tengah. Meski terjadi refocusing pada empat prioritas pembangunan ini, pihaknyamenegaskan  sama sekali tidak membatalkan program pembangunan, hanya saja ditunda. (hanifah)

1 thought on “Jalan Terus, Pengembangan Super Prioritas Borobudur Tak Tersentuh Penghematan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: