Kedapatan Bawa Sajam, Pelajar Asal Sleman Diamankan Polisi

(beritamagelang.com) pelaku pembawa sajam di Sleman (foto : Internet)

beritamagelang.com, SLEMAN—Petugas kepolisian Polsek Bulaksumur mengamankan pelajar SMA berinisial IZ, 17 tahun, di Sleman. Sebab terbukti menyimpan senjata tajam (sajam) berjenis celurit, diduga akan digunakan untuk berperang dengan seseorang yang menantangnya melalui pesan WhatsApp (WA).

Kapolsek Bulaksumur, Komisaris Polisi Sugiyarto, menuturkan kejadian bermula saat IZ ditantang duel oleh seseorang yang tidak dikenalnya melalui pesan WhatsApp (WA) pada Minggu,(19/4/2020) sekitar pukul 20.30 WIB. Kemudian pada satu hari selanjutnya (20/4/2020) IZ bersama gengnya yakni IKA, DO dan BM. Berboncengan mencari penantang tersebut.

”Berdasarkan pengakuan IZ, saat melintasi Jalan Kaliurang kilometer 4,5 Caturtunggal guna mencari penantang tersebut, mereka berempat berpapasan dengan dua remaja dan malah mereka kejar,” ungkapnya, kemarin (7/5/2020).

Dua remaja tersebut berteriak meminta tolong hingga dibantu warga. Kemudian warga melaporkan ke pihak kepolisian karena melihat satu motor tertinggal.

Baca juga : Ini Pelaku Penganiayaan di Muntilan

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung mendatangi TKP dan mendapati sarung celurit. Kemudian berdasarkan sepeda motor yang tertinggal dilakukan penyelidikan. Hasilnya motor tersebut milik pelaku IKA yang berada di IGD (Instalasi Gawat Darurat) karena kecelakaan.

“Sesuai hasil penyelidikan motor tersebut, kami lanjutkan dengan keterangan lain di lapangan siapa IKA. Setelah mendapatkannya termasuk siapa saja anggota gengnya yang juga terlibat aksi itu, kami tangkap mereka dirumah masing-masing termasuk IZ yang membawa senjata tajam berjenis celurit,” tambah Sugiyarto.

Diketahui, IKA mengalami luka hingga akhirnya harus di bawa ke IGD karena saat aksi kejar-kejaran itu, motornya menabrak motor IZ dan terjatuh. Tetapi mereka berhasil kabur semua saat dikejar warga.

Sementara itu, IZ juga mengakui bahwa celurit tersebut adalah miliknya. Atas perbuatannya, IZ dijerat undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 undang-undang RI No 11 tahun 2012 tentang Peradilan Anak. Ancaman hukuman 10 tahun penjara. (Mifta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: