Masa Tanggap Darurat Diperpanjang, Pemkab Sleman Atur Jam Operasional Usaha

(beritamagelang) Kantor Bupati Sleman (Foto : Internet)

beritamagelang.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengatur jam operasional dan kegiatan usaha beriringan dengan masa tanggap darurat Covid-19 yang diperpanjang. Hal tersebut sebagai upaya membatasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Sekda Sleman, Harda Kiswaya, menuturkan pusat perbelanjaan atau mal dan toko swalayan beroperasional mulai pukul 10.00-21.00 WIB. Sementara bagi pasar rakyat buka sampai dengan pukul 14.00 WIB.

”Kecuali bagi grosir sayur mayur di Pasar Prambanan, Pasar Gamping, Pasar Tempel, Pasar Pakem, Pasar Godean dan Pasar Sleman diberikan tambahan waktu. Sesuai dengan kegiatan dan kondisi yang sudah berjalan,” ungkapnya, kemarin (13/5/2020)

Sementara bagi lokasi pemancingan dibuka mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB. Selanjutnya bagi penyelenggaraan usaha seperti game net, game station, game centre, warung internet, dan usaha lain yang sejenis, termasuk salon dan usaha lain yang sejenis dimulai jam 09.00 WIB sampai dengan jam 21.00 WIB.

Baca juga : Pasien Corona Sembuh di Magelang Kembali Bertambah

Kemudian, bagi kafe, warung makan, rumah makan, restoran, angkringan/PKL dapat memberikan layanan makan di tempat mulai pada pukul 05.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB. Namun demikian tetap mengatur jumlah pengunjung sesuai protokol kesehatan.

”Setelah pukul 21.00 WIB hanya boleh memberikan layanan take away sampai dengan tutup pada pukul 23.00 WIB,” tandasnya.

Lanjut Harda, pelaku usaha harus mematuhi jam operasional usaha dalam masa darurat COVID-19. Termasuk juga memenuhi ketentuan protokol kesehatan dalam penanganannya.

”Seperti pengecekan suhu tubuh bagi karyawan dan konsumen, mewajibkan penggunaan masker dan melengkapi sarung tangan atau pelindung muka bagi karyawan,” imbuh dia.

Mereka wajib melakukan pembersihan minimal satu hari sekali, menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer. Juga mengatur jarak fisik antar karyawan maupun antar konsumen sesuai aturan, kemudian sebisa mungkin menggunakan transaksi non tunai dan layanan pesan antar.

”Bagi pelaku usaha yang melanggar aturan yang sudah dibuat diberikan sanksi administrasi berupa peringatan tertulis 1x 24 jam dan penutupan usaha,” pungkasnya. (Mifta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: