Mengenal Sindrom Putri Tidur, Seperti Balita yang Terlelap Selama Setahun

(beritamagelang.com) Balita asal Pamekasan Madura mengalami sindrom putri tidur (foto : internet)

Beritamagelang.com, NASIONAL – Kasus putri tidur kembali terjadi di Indonesia, setelah jauh sebelumnya ada Echa, gadis asal Banjarmasin. Kini ada lagi balita laki-laki yang terdiagnosis sindrom putri tidur.

Diketahui balita itu bernama Rau Suriya Dhanefs yang beralamat di Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Videonya viral yang memperlihatkan balita itu terus tidur. Bahkan saat disuapi makanan hingga dipakaikan baju, matanya tetap tertutup.

Kondisi itu dialaminya selama kurang lebih satu tahun. Saat ini balita itu berusia sekitar 2 tahun. Sakitnya dialami sejak tahun 2019 lalu.

Pihak keluarga telah berusaha mengobati secara medis maupun pengobatan alternatif, namun belum membuahkan hasil.

Dirangkum dari Jurnal Presisi, Sleeping Beauty Syndrome atau biasa disebut Kleine-Levine Syndrome, merupakan kelainan Neurologis yang langka. Sindrom ini ditandai dengan periode berulangnya durasi tidur yang berlebihan, serta adanya perilaku yang berubah.

Baca juga : Sepuluh Hari Nol Kasus Covid-19, Kini Kota Magelang Kembali Mencatatkan Pasien Positif Baru

Gangguan ini bisa menyerang remaja, anak anak, dan orang dewasa. Penderita Sleeping Beauty Syndrome dapat membuat tidur selama 20 jam dalam sehari.

Pada awal merasakan Sleeping Beauty Syndrome, seseorang akan merasakan kantuk yang luar biasa dan akan tidur hampir sepanjang malam (hipersomnensi). Mereka hanya akan bangun ketika makan dan pergi ke kamar mandi.

Hal itu akan berulang terus menerus berhari hari, berminggu minggu, bahkan berbulan bulan. Akibatnya seorang penderita syndrome ini tidak akan bisa melakukan kegiatan sehari hari secara normal, misalnya bekerja dan sekolah.

Sleeping Beauty Syndrome bisa datang dan pergi selama periode waktu yang panjang, selama 10 tahun. Sebagian orang yang mengalami syndrome ini mengaku tidak mudah fokus dan merasa sangat sensitif pada kebisingan dan cahaya.

Adapun gejala yang mungkin muncul pada penderita Sleeping Beauty Syndrome antara lain, Halusinasi, Disorientas, Sensitif dan Kekanak-kanakan.

Sementara Kepala Desa Tentenan Timur, Farid Afandi menceritakan, semula balita itu mengalami demam tinggi hingga penurunan kesadaran. Kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Surabaya dan dilakukan operasi, namun tidak ada perkembangan yang signifikan.

“Diagnosa dokter sleeping beauty syndrome, tapi perkembangan fisik anak itu sehat, namun ya seperti orang tidur,” ucapnya, Senin 20 Juli 2020.

1 thought on “Mengenal Sindrom Putri Tidur, Seperti Balita yang Terlelap Selama Setahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: