Mudik Ke Temanggung, Ratusan Santri Diperiksa

(beritamagelang.com) Santri saat melaksanakan pendataan (Foto : Internet)

beritamagelang.com, TEMANGGUNG— Sebanyak 630 santri asal Kabupaten Temanggung discreening setelah pulang dari tempat pondoknya. Ratusan santri tersebut belajar di Pondok Pesantren Tegalrejo Kabupaten Magelang.

Koordinator Operasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Temanggung Ripto Susilo menuturkan screening ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran virus corona. Terlebih lagi pihak ponpes dapat bekerjasama secara kooperatif sehingga semua dapat berjalan lancar.

Baca juga : Pendemi Corona Inilah Daftar Makanan Bergizi Untuk Sahur

”Informasi yang didapat, pihak ponpes telah melakukan isolasi kepada para santrinya selama satu bulan penuh. Mereka juga melakukan anjuran pemerintah untuk menggunakan masker dan bus disemprot cairan disinfektan sebelum para santri naik disertai imbauan kepada santri untuk melakukan karantina mandiri,” ungkapnya, kemarin (23/4/2020).

Kepulangan santri dibagi dua tahap, yaitu hari Rabu (22/4/2020) untuk santri putra dan hari Kamis (23/4/2020) untuk santri putri. Sebagai langkah mengurangi kerumunan di empat titik pemulangan yaitu Pujasera Kowangan untuk santri dari Kecamatan Pringsurat, Kranggan, Kaloran, Temanggung, Kedu, Tlogomulyo, Tembarak, Selopampang, dan Bulu.

”Kemudian di eks Kantor Kawedanan Parakan untuk santri dari Kecamatan Parakan, Kledung, dan Bansari. Sedangkan, santri dari Kecamatan Kandangan, Gemawang, dan Jumo turun di Kandangan. Selanjutnya di Kecamatan Ngadirejo untuk santri dari Kecamatan Ngadirejo, Candiroto, Wonoboyo, Tretep, dan Bejen,” jelas Ripto.

Tambah dia, di posko penyaringan para santri saat turun dari bus disemprot disinfektan termasuk barang bawaannya. Kemudian pengukuran suhu tubuh, pendataan dan diminta mencuci tangan menggunakan sabun.

”Kami harap dengan upaya tersebut, tidak ada santri yang terinfeksi virus corona. Dan juga mari berdoa agar wabah pendemi Covid-19 ini segera berakhir agar kita dapat menjalani kehidupan seperti sedia kala,” pungkasnya. (Mifta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: