Pemkab Magelang Dorong Kajian Makanan Pokok Pengganti Beras

ILUSTRASI : Petani saat memanen gabah untuk dijadikan beras (Foto:anatar)

Berita Magelang, MUNGKID— Tinggingnya konsumsi beras masyarakat Kabupaten Magelang membuat ketahanan pangan sensitif. Oleh sebab itu Pemkab Magelang berupaya melakukan diversifikasi pangan.

“Kita akan berupaya melakukan usaha penganekaragaman produk makanan, hal ini agar mengurangi ketergantungan masyarakat Magelang terhadap beras,” ungkap Bupati Magelang Zaenal Arifin saat rakor Dewan Ketahanan Pangan di Pendopo Soepardi Sekda Magelang (9/12).

Ketahanan pangan, bukan hanya berbicara tentang soal ketersediaan, namun juga kualitas dan keterjangkauan terhadap seluruh kalangan masyarakat. Karena berdasarkan penilaian Indeks Ketahanan Pangan Global Tahun 2018, Indonesia menempati posisi 58 untuk indikator ketersediaan, namun berada di posisi 63 untuk indikator keterjangkauan.

Hal ini menandakan kita masih memiliki PR untuk aspek keterjangkauan, karena berdasarkan data dari Buletin Konsumsi Pangan Kementerian Pertanian 2019, pengeluaran untuk bahan makanan terus meningkat sebesar 10 persen sejak 2016 hingga 2018. Hal ini dapat diartikan ke dua faktor, yaitu peningkatan konsumsi masyarakat dan peningkatan harga. Tingginya harga pangan di Indonesia bisa membuat masyarakat menghabiskan menghabiskan 50 persen hingga 70 persen dari pendapatannya hanya untuk membeli makanan.

“Ini berarti besarnya proporsi pengeluaran untuk makanan membuat masyarakat sangat rentan terhadap lonjakan harga komoditas pangan. Sehingga mempengaruhi pola konsumsi,” jelas Zaenal melalui Plt Kepala Dinas dan Pangan Kabupaten Magelang Tri Agung Sucahyono.

Disebutkan tugas dan tanggung jawab seluruh anggota DKP Kabupaten Magelang yakni diantaranya merumuskan kebijakan dan program untuk mewujudkan ketahanan pangan. Serta mendorong keikutsertaan swasta dan masyarakat dalam penyelenggaraan pangan, serta melaksanakan evaluasi dan pengendalian program pangan di tingkat kabupaten.

Perlu diketahui, menurutnya Kabupaten Magelang memiliki komoditas yang surplus seperti padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, daging, ikan, dan cabai. “Dimana surplus tersebut  mengandung energi sebesar 2.847 kkal/kap/hari dan protein sebesar 75,04 gram/kap/hari. Dimana angka itu telah melampaui standar kecukupan energi tingkat ketersediaan, yang ditetapkan pada Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) X Tahun 2012,” sebutnya.

“Namun kita masih mengalami kekurangan komoditas seperti kedelai, kacang hijau, gula, susu, dan bawang merah,” tegasnya.

“Dibutuhkan komitmen, tanggungjawab, kerja sama dan sinergitas seluruh pihak. Hal tersebut untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan yang berkelanjutan sekaligus menjamin ketersediaan, kualitas dan keterjangkauan pangan di Kabupaten Magelang,” ungkapnya.

FOLLOW INSTAGRAM KAMI ( KLIK)

Sementara Kepala Balai peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Suranto, mencontohkan produksi beras analog atau beras rekayasa dari ketela dan jagung di Kabupaten Wonogiri dan Sragen. Olahan tersebut memiliki kandungan gula lebih rendah yang disukai konsumen. Kedaulatan pangan dan kemandirian pangan merupakan ruh untuk menuju ketahanan pangan, dan daerah bisa menyesuaikan dengan potensi lokal yang dimiliki.

“Sektor pertanian di Kabupaten Magelang memiliki semua aspek. Hanya membutuhkan proses dari sinergitas lintas sektor. Seperti mengolah ketela pisang menjadi makanan inofatif yang disukai komsumen,” paparnya.

Sebagai regulasi dasar hukum untuk ketahanan pangan yaitu konsep ketahanan pangan secara nasional kita masih mengacu kepada uu pangan no 18 Tahun 2012. Dalam undang undang tersebut ketahanan pangan harus terwujud bagi daerah hingga rumah tangga yang cukup dalam jumlah mutu dan keamanan merata dan terjangkau yang tidak bertentangan dengan keyakinan dan agama. Setiap daerah harus mampu menyediakan pangannya sendiri mulai dari memproduksi, menyiapkan pemenuhan tanpa interfensi dari pihak lain.

Progres analisis apa yang dikomsumsi bahan pangan di Kabupaten  Magelang banyak dari luar kota. Guna mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Magelang itu dibutuhkan kemandirian pangan dari sinergi lintas sektor.

“Saya berharap masyarakat kedepan akan hidup sehat dan mandiri berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Miftahudin

1 thought on “Pemkab Magelang Dorong Kajian Makanan Pokok Pengganti Beras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: