Permintaan Tembakau Petani di Temanggung Diprediksi Menurun, Ini Sebabnya

(beritamagelang.com) Ilustrasi petani tembakau di Temanggung (Foto : Internet)

Beritamagelang.com, TEMANGGUNG –  Penjualan tembakau hasil panen petani di Temanggung diperkirakan menurun pada tahun 2020 ini. Permintaan tembakau dari pabrik-pabrik rokok diprediksi menurun sekitar 20 persen dari tahun lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin mengatakan bupati terus menjalin komunikasi dengan pabrikan agar tembakau rakyat seluruhnya terserap dan dengan harga menguntungkan.

“Bupati terus berkomunikasi, ada pernyataan dari pabrikan dan greder bahwa mereka tetap akan ada pembelian. Perkiraan ada pengurangan 20 persen,” kata Masrik, Kamis (9/7/2020).

Dia mengatakan dengan adanya pengurangan lahan tembakau seluas 4700 hektare di tahun ini untuk dialihkan pada tanaman pangan. Dalam hitungan pihaknya, pengurangan 20 persen pembelian itu tidak terlalu berpengaruh. Justru hasil tembakau rakyat akan seluruhnya terserap.

Dia menyampaikan perwakilan PT Gudang Garam di Temanggung biasanya mendapat kuota pembelian 8500 ton, sedangkan PT Jarum berkisar 4500 ton. Namun pembelian biasanya diatas tersebut.

Baca juga : Ratusan Pedagang dan Pembeli di Pasar Borobudur Jalani Rapid Test, Ditemukan Reaktif

“Kalau ada penurunan pembelian diharapkan sedikit diangka tersebut. Karena ada 14100 hektar yang siap panen,” kata dia.

Dia mengemukakan pada tahun ini lahan pertanian dimaksimalkan ke tanaman pangan dalam rangka pandemi Covid-19. Sehingga untuk lahan tembakau ada penurunan 4700 ha. Tahun lalu luas lahan 18700 ha dan tahun ini 14100 ha. Sementara produktivitas berkisar 0,7 ton per ha.

“Hasil panen nanti berkisar 9700 ton. Jadi meski ada pengurangan pembelian dari pabrikan, hasil hitungan semua tembakau rakyat terserap,” kata dia.

Ia menjelaskan, berdasar pengamatan pihaknya, tanaman tembakau tahun ini sangat bagus dan sebagian telah matang, keluar bunga terutama yang ada di gunung perahu. Tanaman ini siap dipetik, untuk diproses menjadi tembakau rajangan.

“Berdasar informasi dari BMKG pada tahun ini merupakan kemarau normal. Harapannya tembakau rakyat bisa berkualitas bagus dan terserap pabrik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: