Pesona Kecantikan Wasit Asal Magelang di Lapangan Hijau

(beritamagelang.com) Alenne saat memimpin pertandingan (Foto : Instagram @atlaloan)

beritamagelang.com, MAGELANG – Keberadaan kaum hawa di lapangan hijau menjadi daya tarik sendiri bagi pecinta sepakbola. Apalagi seorang pengadil lapangan yang tegas merupakan seorang wanita.

Alene Thresia Laloan adalah seorang wasit wanita asal Magelang. Keberadaanya di lapangan sebagai wasit menjadi sorotan bagi kaum adam. Apalagi gadis kelahiran 10 Agustus ini selalu tersenyum dan tenang namun tegas saat memimpin laga.

Alenne mengaku lebih tertarik menjadi wasit daripada pemain. Selain karena penasaran, juga ada pertimbangan bila peluang karier menjadi seorang wasit lebih terbuka lebar.

”Dari segala sisi (wasit) punya banyak kelebihan. Terus habis itu juga bisa menjadi pencaharian meskipun saat ini belum yang utama karena masih kuliah,” kata Mahasiswi jurusan Public Relation IISIP Jakarta, baru-baru ini.

Alenne saat sedang berlibur

”Tapi, dari situ, bisa biayai kuliah sendiri sama bantu orang tua. Jadi saya berpikir, ’oh kayaknya di sini (jadi wasit) aja deh’,” sambungnya.

Dara berusia 20 tahun itu mengaku, ia tertarik terjun ke dunia perwasitan karena heran tidak ada pengadil perempuan di lapangan. Lalu, ia berpikir apa memang tidak diperbolehkan atau ada alasan lainnya.

”Terus saya tanya langsung ke wasit yang memimpin pertandingan futsal, dia (wasit) bilang ’boleh kok. Cobain saya,’,” kata Alenne menirukan percapakan.

Tidak lama setelah mengikuti kejuaraan futsal, Alenne mengambil lisensi wasit pada 2016. Modalnya hanya nekat. Sebab, ia benar-benar buta dan tidak tahu tentang dunia perwasitan.

Baca juga : Pelanggan PLN Bersubsidi bisa Klaim Token Listrik Gratis Ini Caranya

Akhirnya, alumnus SMAN 2 Jakarta itu mendapat tawaran untuk jadi wasit sepak bola dengan lisensi C3 pada 2018. ”Belum lama ada rekomendasi juga dari Provinsi DKI Jakarta, jadi langsung naik menjadi C2,” kenangnya.

Usai mendapat lisensi tersebut, Alenne lebih banyak memimpin pertandingan sepak bola. Ia menyampaikan jika ternyata ada perbedaan saat memimpin laga sepak bola dengan futsal.

”Pertandingan sepak bola lebih keras. kalau tackle bersih dan mengenai bola itu tidak bisa dibilang foul. Sedangkan pada pertandingan futsal pelanggaran sedikit saja bisa langsung meniup peluit,” beber dia.

Sebagai wasit peremuan, banyak juga rintangan yang dihadapi ketika memipin pertandingan. Mengenai pengalamannya memimpin pertandingan, Alenne juga mengaku pernah merasa tidak dihargai. Terlebih, ketika memimpin laga antara klub yang cukup memiliki nama.

”Ada tim yang merasa terkenal dan wow gitu, jadi tidak bisa hargai saya. Agak seenaknya. Tidak mau terima keputusan saya,” ucapnya sebal.

Dirinya memiliki mimpi ingin memimpin pertandingan di level nasional. Dalam regulasi, dirinya menyebut tidak ada larangan bagi wasit perempuan memimpin liga kasta tertinggi.

”Saat ini fokusnya lebih banyak untuk menambah jam terbang dan melatih fisik seperti fitness dan lari,” pungkas Alenne

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: