Polisi dan TNI Jaga Ketat Pemakaman Pasien Covid-19 di Ngablak

DIMAKAMKAN : Polisi dan TNI melakukan pengamanan pemakaman pasien Covid-19. (foto : internet)

BeritaMagelang, NGABLAK— Pemerintah Kabupaten Mengelang mengkonfirmasi tambahan dua pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia, kemarin (12/4). Dua orang asal Mungkid dan Ngablak.

Kedua pasien tersebut sudah dimakamkan di TPU dekat rumah masing-masing. Meski berstatus PDP pemakaman keduanya tetap menggunakan protokol keselamatan Covid-19.

Di Ngablak dan Mungkid, seluruh petugas pemakaman mengenakan APD. Mereka didampingi petugas dari Polsek dan Koramil setempat.

 “Berdasarkan data yang kami kumpulkan jenazah merupakan seorang wanita berusia 40 tahun, dan merupakan pasien Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeroyo Magelang selama dua hari, hingga saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium,” terang Kapolsek Ngablak melalui Kanit Intel Aiptu Aris S, dari lokasi pemakaman.

Dari pihak keluarga juga menyampaikan informasi, bahwa sebelumnya dinyatakan terinfeksi virus corona, pasien tersebut mempunyai gejala penyakit depresi semenjak ditinggal meninggal orang tuanya satu tahun yang lalu.

Pasien PDP Covid di Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang meninggal dunia, pada Minggu (12/4) sekitar pukul 02.48 WIB di Rumah Sakit Tentara (RST) Magelang. Jenazah perempuan (46) dimakamkan oleh lima petugas khusus dengan protokol Pemakaman Pasien Covid-19, menggunakan Alat pelindung Diri (APD), serta mendapatkan pengamanan dari Polsek dan Koramil Mungkid hingga selesai.

Kapolsek Mungkid Polres Magelang Polda Jateng AKP M.Ahdi membenarkan kalau satu warga Kecamatan Mungkid Magelang yang merupakan pasien PDP Covid 19 meninggal dunia.

“Kami langsung koordinasi dengan instansi terkait guna pelaksanaan pemakaman, dan jenazah dari rumah sakit langsung menuju tempat pemakaman, dan tadi pagi pukul 10.00 WIB langsung dilakukan prosesi pemakaman. Dari informasi yang kami dapat bahwa tiga bulan yang lalu pasien diagnosa sakit hidrocepalus melena, dan rawat jalan di rumah,” ungkap Ahdi. (Miftahuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: