Rapid Test Massal Sasar 2.900 Orang di 57 Desa Kabupaten Magelang

(beritamagelang.com) Ilustrasi petugas medis melakukan Rapid Test Massal dengan mengambil sampel darah warga. (Foto: internet)

(beritamagelang.com) Ilustrasi petugas medis melakukan Rapid Test Massal dengan mengambil sampel darah warga. (Foto: internet)

Beritamagelang.com,MUNGKID— Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang semakin gencar melakukan rapid test massal. Setelah melakukan tahap I hingga IV dengan hasil 232 orang rekatif, kali ini pihaknya akan melanjutkan tahap V dengan target 2.900 sasaran.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang Nanda Cahyadi Pribadi, mengatakan ada 2.900 target sasaran rapid test tahap V. Ditargetkan sasaran di 57 desa di 19 kecamatan.

Sejumlah 2 ribu orang merupakan usia produktif. Dan 900 diantaranya diuji rapid test karena memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif sebelumnya.

”Sejauh ini, rapid test massal tahap kelima baru dilaksanakan di 1.322 sasaran dari target 2.900. Dan saat ini masih dalam proses. Dari 1.322 itu, diketahui ada 23 reaktif dan saat ini menunggu hasil swab,” kata Nanda, Selasa (16/6).

Tahap pertama hingga tahap empat, sebanyak 232 orang reaktif rapid test. Dari jumlah sersebut yang reaktif, sebanyak 136 reaktif swab. Akan tetapi, dari 136, ada 87 yang diketahui sudah sembuh setelah hasil swab keduanya negatif.

”Kami masih menyelesaikan rapid test massal tahap kelima di 57 desa itu. Target kami sebelumnya tanggal 13 Juni selesai. Tetapi karena keterbatasan SDM (Sumber Daya Manusia) baru menyasar 1.322 orang,” ungkapnya.

57 desa tersebut dipilih karena sebelumnya terdapat warga terkonfirmasi positif maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal.

Desa tersebut diantaranya berdada di Kecamatan Secang, Mertoyudan, Mungkid, Dukun, Ngablak, Candimulyo, Bandongan, Sawangan, Kajoran. Lalu Windusari, Tegalrejo, Tempuran Srumbung, Salaman, Kaliangkrik, Muntilan, Salam, Ngluwar dan Grabag.

”57 desa itu menjadi desa prioritas yang harus diawasi. Sebelumnya juga telah ditemukan pasien terkonfirmasi positif dan PDP yang meninggal dunia,” pungkasnya (hanifah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: