Ratusan Kendaraan Yang Hendak Masuk Yogyakarta Diminta Putar Balik

(beritamagelang.com) ILUSTRASI : Petugas melaksanakan Operasi Ketupat Candi 2020 (foto : internet)

beritamagelang.com, YOGYAKARTA—Jajaran Polda DIY terus melakukan penyekatan di perbatasan Yogyakarta. Tercatat selama 21 hari dalam Operasi Ketupat Candi (OKC) 2020, sebanyak 504 kendaraan berbagai jenis diminta putar balik.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menuturkan, hingga tanggal 16 Mei 2020 tercatat ada 504 kendaraan yang diminta putar balik. Yakni kendaraan roda empat sebanyak 467, kemudian 25 bus, 11 kendaraan roda dua, dan dua mobil barang.

“Jumlah tersebut didapat dari akumulasi dari empat check point pintu masuk utama DIY,” ungkapnya.

Keempat check point tersebut berada di Temon Kabupaten Kulonprogro, Bedoyo, Kabupaten Gununungkidul. Kemudian di Tempel dan Prambanan, Kabupatan Sleman. Dilaporkan dari check point Temon Kulonporogo, petugas memeriksa 3.377 kendaraan dengan 98 kendaraan (dua bus, 84 ronda empat) diantaranya diminta putar balik.

Baca juga :Pasien Positif Covid-19 di Magelang Tambah Tiga

Selanjutnya di Bedoyo, petugas memeriksa 843 kendaraan dengan 122 di antaranya (7 bus, 102 roda empat, 11 roda dua dan 2 mobil barang) juga diminta putar balik. Sementara di Tempel, memeriksa 3.883 kendaraan dan 107 kendaraan (5 bus dan 102 roda empat) diantaranya diminta putar balik.

”Di check point Prambanan, petugas memeriksa 4.004 kendaraan dengan 177 kendaraan (dua bus dan 158 roda empat) diantaranya diminta putar balik,” jelas Yuliyanto.

Sementara hingga Jumat (15/5/2020), perantau yang mudik ke Sleman tercatat ada 7.720 orang. Paling banyak di Kecamatan Tempel, 825 orang dan paling sedikit di Kecamatan Cangkringan, 207 orang.

Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mencatat jumlah orang yang masuk ke Yogyakarta meningkat 25 persen dibandingkan hari-hari biasa. Data tersebut berdasarkan kendaraan pribadi dan bus yang masuk ke DIY maupun data dari pihak kereta api dan bandara.

Dijelaskan Kepala Dishub DIY, Tavip Agus Rayanto, moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh para pendatang adalah kendaraan pribadi.

”Dishub DIY akan melakukan pengecekan serta pengetatan terhadap kendaraan yang masuk ke Yogyakarta. Untuk orang yang akan mudik diminta menunjukkan surat sehat dari swab, namun diubah hanya cukup menunjukkan surat sehat hasil RDT,” tandasnya. (Mifta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: