Ribuan Orang Masuk Magelang dari Daerah Pandemi Covid-19

RAMAI : Suasana terminal Tidar Kota Magelang.

BeritaMagelang, MAGELANG— Himbauan untuk tidak mudik dan bepergian nyatanya masih saja banyak dilanggar. Bahkan di Kota Magelang ada ribuan orang masuk dan berasal dari beberapa wilayah Pandemi Covid-19.

Ribuan orang terpantau masih masuk ke wilayah Kota Magelang sejak Bulan April ini. Mereka menaiki Bus AKAP dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan lain sebagainya

Data petugas terminal, sejak April ini telah terdata 3558 penumpanng dari luar kota yang masuk ke Magelang melalui Terminal Tidar. “Ya data yang kami himpun memang ada 3.558 penumpang AKAP per tanggal 1 hingga 11 April lalu,” ungkap Kepala Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang Lilik Hartanto hari ini (14/4).

Pada tanggal 1 April ada 299 orang, kemudian 2 April ada 295 orang dan 3 April sebanyak 378 orang. Pada 4 April ada 418 orang, selanjutnya ada 372 orang pada 5 April dan 306 orang pada 6 April.

“Terdata pada 7 April sebanyak 307 orang, 8 April ada 344 orang, 9 April ada 326 orang,” paparnya.

Tambah Lilik, pada 10 April ada 288 orang dan 11 April sebanyak 225 orang. Data yang didapat kemudian dijumlahkan dan menghasilkan ada 3.558 penumpang AKAP.

“Dari awal April lalu, jumlah penumpang per harinya tidak lebih dari 500 orang. Namun juga sulit diprediksi untuk kedepannya, karena sedang dalam pendemi Covid-19,” imbuhnya.

Guna mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di Terminal, maka dibangun posko kesehatan. Bagi penumpang yang turun akan didata sesuai KTP dan diperiksa suhu tubuhnya.

“Posko tersebut dibangun pada awal bulan ini dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Pemerintah Kota Magelang, Dinas Kesehatan Kota Magelang dan Kementrian Perhubungan,” jelasnya.

Lilik menjelaskan, setiap penumpang yang akan diperiksa, diwajibkan cuci tangan terlebih dahulu. Kemudian saat mengantri harus ada jarak duduknya.

“Sampai saat ini, belum ditemukan kasus seperti ciri-ciri terpapar Covid-19. Jika nanti ada ciri-ciri tersebut, kami akan tindak lanjuti dengan lebih insentif bersama pihak terkait,” pungkasnya. (miftahul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: