Satpam yang Pukul Perawat di Semarang Mewek Saat Ditangkap Polisi

FOTO : INTERNET OKNUM : Pelaku pemukulan perawat yang terekam CCTV diamankan polisi.

beritamagelang.com-SEMARANG– Polisi bergerak cepat mengusut kasus pemukulan oleh oknum satpam terhadap perawat yang mengingatkannya memakai masker. Saat ditangkap oknum satpam berinisial BC itu menangis.

Aksi pemukulan seorang perawat karena ditegur tidak mengenakan masker itu terekam CCTV dan viral di media sosial. Pelaku diamankan di tempat tinggalnya di daerah Kemijen Semarang Timur.

Polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadap satpam tersebut. Dari pengakuannya, alasannya melakukan pemukulan itu karena emosi kepada korban.

Saat kejadian itu pelaku juga sadar dan tidak sedang terpengaruh minuman keras atau obat terlarang. “Motif pelaku melakukan pemukulan karena merasa emosi pada saat diingatkan perawat di klinik tersebut untuk memakai masker. Mengingat kondisi sekarang mengantisipasi merebaknya Covid-19 semua diwajibkan memakai masker saat beraktivitas,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Asep Mauludin.

Sementara dalam kesempatan yang sama, pelaku terlihat menahan tangis dan tangan diborgol saat dibawa menuju ruangan konferensi pers di kantor Polrestabes Semarang. Kepada awak media, pelaku mengaku minta maaf atas perbuatan yang dilakukan kepada korban.

Menurutnya, saat kejadian itu ia emosi kerena tak terima disuruh mengenakan masker oleh korban. Sebab, kondisi saat itu anaknya sedang sakit panas dan meminta agar dokter segera melakukan pemeriksaan.

“Saya minta maaf atas kesalahan saya. Saya khilaf karena saat itu saya bingung karena kondisi anak saya yang sakit panas sama batuk,” ujar Satpam tersebut.

Aksi satpam tersebut viral setelah rekaman CCTV saat pemukulan tersebar di media sosial. Meskipun begitu BC masih berdalih jika saat itu tidak melakukan penganiayaan seperti yang dituduhkan.

“Saya cuma menggetok wajah perawat itu, bukan melakukan penganiayaan,” terang penjaga malam di sekolah dasar di Semarang ini.

Sebelumnya, HM, 30 melaporkan kekerasan yang dilakukan oknum satpam berinisial BC tersebut kepada polisi karena merasa trauma dan terancam. Pasalnya selain menampar, pelaku juga sempat mengancam akan membunuhnya.

“Habis marah-marah, dia mengancam awas kalau ketemu di jalan tak bunuh tak penggal lehermu,” ujar dia menirukan ucapan pelaku.

Karena ancaman tersebut, korban pemukulan meminta perlindungan kepada polisi. “Karena takut saya laporkan ke polisi,” pungkas HM. (Mitfahuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: