Sejarah 1 Mei Menjadi Hari Buruh Internasional

(beritamagelang.com) Ilustrasi para buruh melakukan aksi demonstrasi (Foto : internet)

beritamagelang.com, NASIONAL – Pada tanggal 1 mei, setiap tahunnya masyarakat dunia memperingati Hari Buruh Internasional. Hari buruh diperingati sebagai bentuk perayaan bagi buruh atas kontribusi terhadap pembangunan ekonomi bangsa.

Selain itu, untuk memberikan kesempatan bagi para buruh menyuarakan hak-hak mereka kepada pemerintah yang belum mereka peroleh dan masih diperjuangkan.

Awalnya, tahun 1890, tanggal 1 Mei atau May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara di dunia. Indonesia, Hari Buruh mulai diperingati pada pada tahun 1920.

Namun, pada masa pemerintahan rezim Orde Baru, hari buruh ditiadakan. Sehingga, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Hal tersebut disebabkan gerakan buruh dikaitkan dengan paham komunis sejak kejadian G30S pada 1965 di Indonesia.

Kementerian Tenaga Kerja yang kita kenal saat ini, pada masa pemimpinan Soeharto sempat memiliki nama Kementerian Perburuhan karena muncul masalah itu, nama tersebut langsung diubah oleh Presiden Soeharto menjadi Departemen Tenaga Kerja. Awaloedin Djamin juga saat itu ditunjuk menjadi Menteri Tenaga Kerja.

1 Mei 1966, serikat buruh yang memiliki massa cukup banyak dan memiliki serikat yang kuat dan solid akhirnya menikmati perayaan pertamanya bersama Menteri Awaloedin untuk memperingati Hari Buruh Internasional.

Baca Juga : Korupsi Sertifikat Tanah di Borobudur Tiga Orang Jadi Tersangka

Setelah era Orde Baru berakhir, pada tanggal 1 Mei 2000, para buruh dan pekerja di Indonesia melakukan protes dan demonstrasi besar-besaran. Buruh menyampaikan berbagai macam tuntutannya saat itu dan salah satu tuntutannya itu adalah untuk membuat 1 mei kembali dijadikan hari libur nasional. Selain itu, aksi demonstrasi ini juga diikuti dengan aksi mogok kerja selama satu minggu.

Tetapi semua tuntutan itu tidak dikabulkan. Karena itu, para pekerja dan buruh seringkali tetap mengadakan demo ataupun mogok kerja terutama saat 1 mei tersebut. Hingga akhirnya, hari buruh ditetapkan menjadi hari libur nasional pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2013.

Walaupun tuntutan buruh atau pekerja itu banyak dan menimbulkan pro dan kontra, tetapi tuntutan utamanya adalah yaitu upah layak dan menghapus sistem outsource yang saat ini masih banyak dan kedepannya dapat dihapuskan secara bertahap untuk memberikan rasa tenang dan status yang lebih baik. (fahrur)

5 thoughts on “Sejarah 1 Mei Menjadi Hari Buruh Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: