Sejarah Hari Ini 16 Agustus, Peristiwa Penting Rengasdengklok

(beritamagelang.com) Peristwa krusial rengasdengklok (foto : internet)

Beritamagelang.com, SEJARAH – Tepat di hari ini, 16 Agustus 75 tahun silam peristiwa penting terjadi di Tanah Air. Para golongan muda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok untuk mendesak proklamasi kemerdekaan segera dilakukan.

Golongan muda yang bernama Kelompok Menteng 31 terdiri atas Sukarni, Wikana, Chaerul Saleh, DN Aidit, Sidik Kertapati, dan beberapa tokoh lain menginginkan supaya proklamasi segera dilakukan dan tidak rela mendapat kemerdekaan hadiah dari Jepang.

Para kelompok muda revolusioner itu kemudian menjemput paksa Soekarno dan Hatta lalu membawanya ke Rengasdengklok untuk diamankan. Di sanalah mereka merundingkan rencana.

Berawal dari Peristiwa Rengasdengklok itulah merupakan kekalahan Jepang yang saat itu tengah menjajah Indonesia di tangan Sekutu. Jepang menyatakan dirinya kalah perang setelah kota sentral mereka yaitu Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat.

Kekalahan itu akhirnya diketahui oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia. Jepang kemudian mendirikan suatu komite yang terdiri atas orang-orang Indonesia untuk mempersiapkan kemerdekaan. Beberapa golongan menilai bahwa komite tersebut masih tidak lepas dari tangan bangsa Jepang, sehingga golongan ini ingin melakukan usaha perjuangan kemerdekaan tanpa campur tangan bangsa Jepang sedikitpun.

Kemudian perbedaan pendapat yang terjadi antara golongan muda dan golongan tua dalam rangka memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Golongan tua lebih setuju untuk menunggu proses perundingan dengan komite panitia kemerdekaan yang telah disusun oleh bangsa Jepang, untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga : Update Covid Kabupaten Magelang Dua Sembuh dan Satu Pasien Suspek Meninggal

Sementara golongan muda lebih setuju untuk segera langsung memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia tanpa menunggu keputusan panitia kemerdekaan bentukan Jepang (PPKI).

Golongan muda sangat ingin untuk merealisasikan hal ini, karena melihat posisi kekalahan Jepang dan terjepit itu sebagai sebuah kesempatan emas. Adapun tokoh-tokoh utama di dalam golongan tua di antaranya Soekarno, Mohammad Hatta, serta Achmad Subardjo.

Tujuan Peristiwa Rengasdengklok ini tidak lepas dari peran para anggota muda yang ingin segera menyatakan proklamasi kemerdekaan Indonesai. Para anggota muda tersebut ingin mengamankan para tokoh tua ke suatu tempat yang aman, maka dipilihlan Rengasdengklok di daerah Karawang, Jawa Barat.

Rengasdengklok dipilih karena dinilai sebagai tempat yang paling aman di antara tempat yang lainnya. Tempat ini dinilai dapat menghindarkan para golongan tua dari intervensi pihak luar. Rengasdengklok dinilai paling aman karena berdasarkan perhitungan secara militer, tempat ini jauh dari daerah Jakarta dan juga Cirebon. Alasan lain karena tempat ini dapat dengan mudah mengawasi pergerakan tentara Jepang dari arah Jakarta dan juga Bandung.

Rumah millik Djiauw Kee Siong di Kampung Bojong, Rengasdengklok-Jawa Barat, menjadi tempat bersejarah karena sempat menampung Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945, setelah kedua pimpinan negara itu diculik beberapa pemuda pejuang.

Satu hari sebelumnya, yakni tanggal 15 agustus 1945, golongan muda melakukan rapat di Ruang Laboratorium Mikrologi di Pegangsaan Timur membicarakan pelaksanaan proklamasi tanpa menunggu pihak Jepang. Para pemuda ini beranggapan, Jepang hanya menjaga situasi dan kondisi Indonesia karena mereka telah menyerah kepada Sekutu.

Keputusan dari pertemuan di Pegangsaan yaitu mendesak Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan paling lambat 16 Agustus 1945. Setelah selesai bermusyawarah, golongan muda yang diwakili oleh Darwis dan Wikana menghadap Soekarno dan Hatta dan menyampaikan isi keputusan tersebut.

Namun, keduanya menolak desakan itu. Soekarno dan Hatta mengatakan, memproklamirkan kemerdekaan tak bisa dilakukan secara gegabah. Harus menunggu Panitia Persiapan Kemerdekan Indonesia (PPKI) yang telah terbentuk.

Mengingat tak ada titik temu, golongan pemuda mengadakan rapat lanjutan pada hari itu juga di Asrama Baperpi (Kebun Binatang Cikini). Hasilnya, golongan pemuda sepakat untuk menjauhkan Soekarno dan Hatta agar tak mendapat pengaruh Jepang.

Pada 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB, golongan muda yang terdiri atas Soekarni, Wikana, Aidit, Chaerul Saleh, dan lainnya melakukan misinya untuk membawa Soekarno-Hatta ke luar kota agar tak mendapat pengaruh Jepang.

Akhirnya Soekarno dan Hatta singgah di sebuah rumah milik Djiauw Kie Siong, seorang petani keturunan Tionghoa. Pada akhirnya peristiwa rengasdengklok diakhiri dengan Ahmad soebardjo yang menjamin bahwa golongan tua akan segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: