Status Terkini Gunung Merapi Pascaerupsi 2 Kali, Berikut Imbauan untuk Warga

(beritamagelang.com) Sumber: BPPTKG

(beritamagelang.com) Sumber: BPPTKG

beritamagelang.com,MAGELANG— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan, pascaerupsi dua kali pada Minggu pagi (21/6), Gunung Merapi tetap level II atau waspada. Meski berstatus waspada, BPPTKN pun memberikan rekomendasi kepada warga sekitar lereng Merapi.

”Tingkat aktivitas Gunung Merapi level II (waspada),” ungkap BPPTKG.

Beberapa poin rekomendasi BPPTKG antara lain:

  1. Potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif
  2. Area dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar tidak ada aktivitas manusia
  3. Masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif
  4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi
  5. Informasi aktivitas G unung Merapi dapat diakses melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 Mhz, melalui telepon (0274) 514180/514192, website www.merapi.bgl.esdm.go.id, dan media sosial BPPTKG (facebook: infobpptkg, twiter: @bpptkg)

Diketahui sebelumnya, Gunung Merapi pada Minggu pagi ini mengalami dua kali erupsi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 09.31 dengan durasi 328 detik dan tinggi kolom kurang lebih 6.000 dari puncak.

“Terjadi erupsi di Gunung #Merapi tanggal 21 Juni 2020 pukul 09.13 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 328 detik. Teramati tinggi kolom erupsi ± (kurang lebih) 6 ribu meter dari puncak. Arah angin saat erupsi ke barat,” tulis BPPTKG, Minggu (21/6).

Baca: Letusan Gunung Merapi Tahun 1.006 Masehi Konon Mengubah Sejarah Jawa

Sedang erupsi kedua Gunung Merapi menurut BPPTKG terjadi pada pukul 09.27 WIB. “Erupsi kedua terjadi pada pukul 09.27 WIB dengan amplitudo 75 mm dan durasi 100 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati,” ujar BPPTKG.

Akibatnya, hujan abu mengguyur setidaknya 45 desa dari delapan kecamatan di Kabupaten Magelang. Meliputi Kecamatan Srumbung, Dukun, Sawangan, Salam, Muntilan, Ngluwar, Mungkid dan Borobudur.

Pantauan beritamagelang.com, hujan abu cukup tebal di Muntilan membuat jarak pandang kendaraan terbatas. Yakni hanya berkisar tiga sampai lima meter sehingga para pengendara yang melintas terpaksa mengurangi laju kendaraan.

Sementara, Gunung Merapi hingga saat ini masih berstatus waspada. Status tersebut ditetapkan sejak 21 Mei 2018 lalu. (hanifah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: