TEGA! Ayah Cabuli Anak Kandung dan Perkosa Anak Tiri Karena Frustasi Lama Menganggur

(beritamagelang.com) Ilustrasi (Foto : Internet)

Beritamagelang.com, SEMARANG – Sungguh tega yang dilakukan seorang ayah Kasmani,42 warga Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Ia nekat mencabuli anak kandung dan memaksa anak tirinya berhubungan badan dengannya pada saat sang istri sedang bekerja.

Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono menjelaskan, sebelum berhubungan badan dengan anak tiri. Tersangka melakukan pencabulan kepada anak kandungnya dahulu yang baru berusia delapan tahun.

“Jadi sebelum memaksa anak tirinya untuk berhubungan badan dengannya, tersangka mencabuli anak kandungnya dulu,” jelas Gatot, Jumat (10/7/2020).

Kasmani yang bekerja sebagai tukang dekorasi bunga, nekat melakukan aksi bejatnya lantaran frustasi karena sepi pekerjaan dan menanggung beberapa utang.

“Tersangka beralasan frustasi karena tidak ada pekerjaan dan punya hutang,” katanya.

Baca juga : Ternyata Ini Makanan Kesukaan Striker Persija Asal Magelang

Kasmani seringkali mengancam anak kandung dan anak tirinya tidak dibelikan pulsa jika menolak melayani nafsu bejat ayahnya. Karena korban takut, akhirnya pasrah dan hanya bisa diam.

“Tersangka melakukan nafsu bejatnya setiap satu minggu dua kali,” ucapnya.

Aksi bejat Kasmani mulai terungkap pada Selasa (2/6/2020) yang lalu. Saat itu anak tirinya sedang bermain handphone. Tersangka mencoba merayu korban untuk diajak berhubungan badan.

Namun, saat itu korban takut dan lari ke rumah kakeknya yang berada di belakang kediaman tersangka. Oleh sang kakek, kejadian tersebut diadukan ke ayah kandungnya.

“Setelah mendengar kejadian tersebut ayah kandungnya lapor kepada kami,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 juncto Pasal 76D dan/atau Pasal 82 juncto dan Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

1 thought on “TEGA! Ayah Cabuli Anak Kandung dan Perkosa Anak Tiri Karena Frustasi Lama Menganggur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: